TOURINGINDONESIA.ID, SUKABUMI – Event tahunan KTI HALBILCAMP 2026 yang berlangsung pada 18–19 April 2026 di Bukit Kurma, Salabintana, Sukabumi, bukan sekadar perjalanan di atas roda dua. Mengusung semangat Ride Together – Camp Together – Connect Deeper, acara ini berhasil menyatukan mozaik cerita unik dari setiap peserta yang hadir demi merajut kembali tali silaturahmi.
Gairah Persiapan dan Titik Temu
Antusiasme
peserta sudah membara bahkan seminggu sebelum mesin motor dinyalakan,
di mana grup WhatsApp panitia mulai "hidup" dengan diskusi teknis hingga
candaan hangat. Pada Sabtu pagi, perjalanan dimulai dari berbagai arah:
Jakarta Selatan , Tangerang , Bogor , hingga rombongan Bandung dan Kota
Baru Parahyangan.
Panitia yang dikoordinasi oleh Pitra Ariadna
(Koordinator), Zivan, Abdillah, Gunradi, serta tim surveyor Otoy &
Imeth telah menyiapkan skenario perjalanan yang apik. Peserta diberikan
kebebasan memilih rute: jalur nasional yang efisien atau jalur "ngaprak"
yang menantang adrenalin.
Dua Sisi Perjalanan: Jalur Nasional vs "Ngaprak"
Bagi
penganut rute "ngaprak", perjalanan adalah ujian sesungguhnya. Indra
Hermawan menggambarkan rutenya seperti roller coaster—menempuh 111 km
selama 9 jam melewati jalan pedesaan, makadam berbatu, hingga jalur
sawah yang hanya muat satu motor. El Mubarak pun merasakan hal serupa
saat melewati "Pintu Doraemon" dan menyeberangi jembatan gantung, di
mana jalur terakhir menuju lokasi dideskripsikan lebih mirip sungai
kering yang terjal.
Firdaus Ahmad merefleksikan pilihan rute ini
sebagai tindakan sadar untuk "terjebak" dalam petualangan demi menikmati
warna perjalanan yang sebenarnya. Di sisi lain, mereka yang memilih
rute nasional seperti Adam Hidayat dan Dewi Susanti tetap menemui
tantangan di titik akhir perjalanan. Adam dikejutkan oleh jalanan batu
terjal yang membuat peserta "jiper" , sementara Dewi sempat merasa ciut
melihat rekan di depannya terjatuh di medan yang hancur dan berlumpur.
Pengorbanan RC: Drama Om Heru di Barisan Belakang
Salah satu cerita yang paling heroik sekaligus penuh drama datang dari barisan paling belakang. Om Heru Kurniawan (LowcostHobby), yang bertugas sebagai Road Captain (RC), harus rela wajahnya "belipet" menahan beban tanggung jawab yang berat. Perjalanan yang seharusnya lancar berubah menjadi perjuangan ekstra ketika beberapa motor peserta, seperti milik Om Bagus dan Om Ikhsan, mengalami kendala teknis dan mogok di jalur yang sulit.
Bukit Kurma: Tenda "Sultan" dan Lautan Kunang-kunang
Bagi peserta yang berhasil mencapai puncak, kelelahan terbayar oleh pemandangan spektakuler. Suroyo Abu Fadhl menggambarkan indahnya city light Sukabumi yang tampak seperti lautan kunang-kunang di bawah hamparan bintang. Suasana perkemahan didominasi oleh kehadiran tenda-tenda raksasa dan estetik dari ALLTREK.Dewi Susanti dan Adam Hidayat terkagum-kagum melihat tenda Alltrek yang luas dan kokoh, bahkan terasa seperti rumah mewah di tengah alam bebas. Prabu Yudhistira bahkan sempat membantu Om Taufik mendirikan tenda Alltrek barunya yang super besar dan mulai bermimpi bisa memiliki perlengkapan serupa.
Malam Kebersamaan dan Keberuntungan "Karpet Ajaib"
Acara malam hari dibuka oleh Ketum Om Pitra, diisi dengan berbagi cerita
perjalanan dan pembagian doorprize. Adam Hidayat menceritakan fenomena
unik "karpet ajaib", di mana semua peserta yang duduk di karpet tersebut
secara beruntun memenangkan hadiah, termasuk dirinya yang mendapatkan
tas tankbag dari DJKR.
Momen kocak juga terjadi saat Ayudi dan
Otoy sepakat menukar nomor undian, hingga akhirnya mereka mendapatkan
hadiah yang tak terduga. Rukman Oi Santoso pun pulang dengan hati puas
setelah mendapatkan Vest Puffer dari Alltrek yang ukurannya sangat pas.
Pagi yang Syahdu dan Janji Bertemu Kembali
Minggu pagi ditutup
dengan pemandangan luar biasa. Suroyo Abu Fadhl menikmati "lautan awan"
dan matahari terbit sambil menyeruput kopi pahit di depan tenda. Sarapan
nasi uduk yang disiapkan panitia dinikmati peserta dengan pemandangan
Gunung Gede Pangrango yang gagah.
Setelah sesi foto bersama yang
penuh gaya dan tawa, peserta mulai bergegas pulang. Gilang Khariza tiba
di rumah dengan selamat pukul 15.00 sore, membawa segudang cerita untuk
diceritakan kembali.
Penghargaan dan Apresiasi
Kesuksesan
HALBILCAMP 2026 adalah bukti kolaborasi luar biasa antara komunitas,
brand, dan media. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
Panitia: Pitra Ariadna, Zivan, Abdillah, Gunradi, Otoy, dan Imeth.
Special Sponsor: ALLTREK Indonesia.
Official Partner: Godbless The Jobless, OGIZONE, DJKR Adventure, Frogear Adventure, CEXAS Windshield, Taman Sari Motorcycle dan Posko Touring.
Additional Sponsor: Golden Crown (Ban Motor).
Media Partner: alanbikers.com, mediaoto.com, dan otoviralnews.id.
"Perjalanan
bukan sekadar soal tujuan, tapi kawan seperjalanan adalah bagian
terbaiknya," pungkas Firdaus Ahmad. Sampai jumpa di event KTI
selanjutnya! (TouringIndonesia.id)
Reviewed by iTouring
on
April 24, 2026
Rating:



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar